Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Memilih Jenis Kambing Atau Domba Untuk Diternak

Cara Memilih Jenis Kambing Atau Domba Untuk Diternak - Hallo sahabat Indoternak !! Sesuai judulnya, Artikel yang anda baca ini "Cara Memilih Jenis Kambing Atau Domba Untuk Diternak", telah kami siapkan dengan baik untuk anda baca dan untuk anda ambil informasi didalamnya. Mudah-mudahan artikel lainnya pada kategori Artikel Bisnis, Artikel Kambing, juga bisa anda baca dan dapat anda pahami.

Judul : Cara Memilih Jenis Kambing Atau Domba Untuk Diternak
Link : Cara Memilih Jenis Kambing Atau Domba Untuk Diternak

Ini Juga Bisa Anda Baca


Cara Memilih Jenis Kambing Atau Domba Untuk Diternak

Cara Memilih Kambing Atau Domba Untuk Diternak



Memilih Jenis Kambing atau Domba Untuk Diternak

Sebelum memutuskan untuk menjalankan Ternak kambing maupun domba sebaiknya untuk mengetahui jenisnya yang bisa dibudayakan di daerah tempat tinggal Anda. Hal ini perlu Anda lakukan agar bisa mengetahui apa saja keuntungan dan kerugian beTernak kambing di daerah tempat tinggal Anda, sehingga bisa memaksimalkan potensi Ternak kambing yang kembangkan.

1. Kambing kacang.

Kambing kacang adalah ras unggul kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. Badannya kecil. Tinggi gumba pada yang jantan 60 sentimeter hingga 65 sentimeter, sedangkan yang betina 56 sentimeter. Bobot pada yang jantan bisa mencapai 25 kilogram, sedang yang betina seberat 20 kilogram. Telinganya tegak, berrambut lurus dan pendek. Baik betina maupun yang jantan memiliki dua tanduk yang pendek.

Kambing kacang menjadi keunggulan tanah jawa. Mudah diternakkan serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Menjadi kebanggaan tersendiri untuk Ternak kambing kacang bagi kami. Selain menyediakan bibit kambing kacang, kami berusaha ikut Ternak kambing kacang penggemukan.

2. Kambing Etawa.

Kambing Etawa didatangkan dari India yang disebut kambing Jamnapari. Badannya besar, tinggi gumba yang jantan 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina hanya mencapai 92 sentimeter. Bobot yang jantan bisa mencapai 91 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 63 kilogram. Telinganya panjang dan terkulai ke bawah. Dahi dan hidungnya cembung. Baik jantan maupun betina bertanduk pendek. Kambing jenis ini mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari. Keturunan silangan (hibrida) kambing Etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai sebagai kambing “Peranakan Etawa” atau “PE”. Kambing PE berukuran hampir sama dengan Etawa namun lebih adaptif terhadap lingkungan lokal Indonesia.

3. Kambing Peranakan Etawa.

Kambing peranakan etawa merupakan hasil kawin silang antara kambing kacang dengan kambing etawa yang mempunyai sifat mendekati kambing etawa dan sebagiannya mendekati sifat kambing kacang. Ciri khas dari Kambing Peranakan Etawa atau PE adalah pada bentuk mukanya yang cembung, bertelinga panjang yang sehingga turun kebawah, postur tubuh tinggi. kambing PE memiliki lama kebuntingan 148,87 hari, siklus birahi 23 hari, angka kawin per kebuntingan 1,95

4. Kambing Jawarandu.

Kambing Jawarandu merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing Kacang. Kambing ini memliki ciri separuh mirip kambing Etawa dan separuh lagi mirip kambing Kacang. Kambing ini dapat menghasilkan susu sebanyak 1,5 liter per hari.edo

5. Kambing Saanen.

Kambing Saenen berasal dari Saenen, Swiss. Baik kambing jantan maupun betinanya tidak memliki tanduk. Warna rambutnya putih atau krem pucat. Hidung, telinga dan kambingnya berwarna belang hitam. Dahinya lebar, sedangkan telinganya berukuran sedang dan tegak. Kambing ini merupakan jenis kambing penghasil susu.

6. Domba Garut.

Domba Garut atau Domba Priangan adalah domba yang berasal dari daerah Limbangan Kabupaten Garut. Dalam bahasa latin disebut ovis aries yang merupakan campuran dari perkawinan antara domba lokal dengan domba jenis capstaad dari Afrika Selatan dan domba merino dari Australia. Domba capstaad sudah ada lebih dulu di Garut, sementara domba merino baru didatangkan ke Garut pada abad ke-19. Dari ketiga jenis domba itulah, lahir varietas baru yang kemudian disebut domba Garut.

Cara-cara pemeliharaan domba Garut tidaklah sembarangan. Selain diberi rumput pilihan, domba ini juga sering diberi susu yang dicampur madu untuk menghasilkan domba garut yang gemuk. Belum lagi pemeliharaan fisiknya yang harus tetap dijaga bersih dan sehat.

Dewasa ini jenis domba Garut justru banyak ditemukan di daerah lain. Bila diadakan acara-acara adu domba atau pasanggiri domba hias, seringkali domba-domba yang berasal dari Garut kalah oleh domba Garut yang dipelihara di luar daerah. Untuk hari raya qurban, domba garut bisa menjadi primadona. Dengan bentuk tubuh yang besar, hampir terlihat seperti ukuran pedhet ( anakan sapi ).

7. Domba Gembel.

Wedus gembel merupakan domba terbaik untuk konsumsi. Apalagi bila menghasilkan sedikit lemak. Karena bila terdapat lemak, biasanya jenis gembel mimiliki lemak yang banyak. Gembel sangat banyak dipelihara oleh petani atau peternak di jawa tengah.

Terimakasih telah membaca Cara Memilih Jenis Kambing Atau Domba Untuk Diternak

Demikian artikel Cara Memilih Jenis Kambing Atau Domba Untuk Diternak ini, semoga bisa memberi manfaat dan tambahan informasi untuk anda semua. Jika ada pertanyaan silahkankan berikan komentar dibawah, sampai jumpa di artikel-artikel kami yang lain. Salam Sukses !

Artikel yang anda baca adalah Cara Memilih Jenis Kambing Atau Domba Untuk Diternak dengan alamat link https://www.indoternak.com/2016/04/Cara-Memilih-jenis-Kambing-Domba-untuk-diternak.html

Post a comment for "Cara Memilih Jenis Kambing Atau Domba Untuk Diternak"