Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Standar Operasional Prosedur Transportasi Ternak

 

Standar Operasional Prosedur Transportasi Ternak 


Tujuan utama

• Penggunaan dan pemeliharaan fasilitas dan peralatan di feedlot dan rumah potong hewan

• Menempatkan hewan ternak dalam kelompok yang tepat untuk transportasi

• Bongkar muat dengan stres minimum

• Mengindentifikasi dan menangani hewan yang cedera

Fasilitas dan peralatan transport


1) Sebelum bongkar muat hewan ternak, periksa bahwa fasilitas tidak akan menyebabkan hewan cedera.

Periksa kerusakan pada lantai, seperti lubang yang dapat menyebabkan hewan tersandung dan jatuh. Kerusakan rel dan panel logam dapat menyebabkan cedera pada ternak.

2) Jika fasilitas kemungkinan dapat menyebabkan cedera, kerusakan harus segera diperbaiki atau hewan dibongkar muat di tempat lain.

3) Pindahkan semua gangguan dari fasilitas bongkar muat yang dapat menyebabkan hewan berhenti, mogok atau kembali.

Gangguan umum termasuk:
  • • Pantulan pada lantai yang basah atau mengkilap
  • • Pintu masuk yang gelap
  • • Peralatan atau orang yang bergerak di depan
  • • Jalan buntu
  • • Lantai yang tidak rata atau turunan tajam pada lantai
  • • Peralatan yang bising.
Sangat berguna apabila membuat daftar yang dapat digunakan untuk melakukan inspeksi pada truk.

4) Periksa truk ternak untuk setiap tanda-tanda kerusakan dan keausan yang dapat melukai hewan dan laporkan kerusakan pada supir truk atau supervisor.

Kerusakan pada truk dapat meliputi:
  • • lubang di lantai
  • • tonjolan logam tajam
  • • kerusakan pada partisi/ramp atau bak truk.
Sangat berguna apabila membuat daftar yang dapat digunakan untuk melakukan inspeksi pada truk.

5) Berikan instruksi bahwa setiap perbaikan pada truk yang rusak harus selesai sebelum digunakan lagi untuk mengangkut ternak.

6) Semua hewan ternak harus dimuat / dibongkar oleh seorang pengurus kandang, buruh pelabuhan atau sopir truk hewan ternak berpengalaman.

7) Kandang dan jalur ternak yang dalam jumlah yang memadai harus tersedia sebelum memulai pembongkaran.

8) Periksa bahwa kemiringan ramp/jalan tidak melebihi sekitar 30 derajat.

Sudut jalan kurang dari 20 derajat mempermudah menurunkan ternak.

9) Periksa bahwa permukaan jalan/ramp, atau bak truk ketika menjadi bagian dari jalan, tidak licin.

Lapisan kering pada permukaan, misalnya sekam padi atau serbuk gergaji, akan membantu hewan untuk mencengkeram selama penurunan, khususnya ketika jalan basah. Sambungan pipa yang dilas atau ‘beton bermotif’ dapat menyediakan cengkeraman yang bagus bagi hewan.

Dimana bak truk merupakan bagian dari ramp/jalan, jaring atau kayu menyilang dapat ditambahkan untuk membantu memastikan bahwa hewan tidak tergelincir pada bak truk selama bongkar muat.

10) Penerangan harus disediakan untuk bongkar muat di malam hari.

Jika memungkinkan, penerangan harus sama pada jalan/ ramp, jalur ternak, lapangan dan kandang. Penerangan tidak boleh menyebabkan bayangan atau titik terang, yang dapat membuat ternak sulit untuk bergerak.

11) Pastikan bahwa terdapat penerangan yang cukup untuk mendorong hewan untuk bergerak masuk atau keluar truk, tapi pastikan bahwa cahaya tidak langsung diarahkan ke mata mereka (misalnya sorotan lampu atau sinar matahari).

Membongkar dari kapal pada pelabuhan


1) Tidak boleh dimulai sampai platform/gerbang bongkar aman dan truk yang sesuai telah tersedia untuk mengirimkan ternak ke feedlot.

2) Waktu kedatangan truk sebaiknya direncanakan setepat mungkin untuk memungkinkan kelancaran arus hewan ternak dari kapal.

3) Pengeluaran hewan ternak dari kapal dan pemindahan ke truk hanya boleh dilakukan oleh personil yang berpengalaman dan terampil.

4) Buruh pelabuhan harus siap untuk memuat hewan ternak ke truk yang sudah menunggu segera setelah penurunan dari kapal dimulai.

5) Hewan tidak boleh ditempatkan di landasan kapal atau dalam jalur untuk waktu yang lama sebelum memuat ke dalam truk.

6) Gunakan SOP1: ‘Penanganan hewan’ untuk pemahaman prosedur yang benar yang harus digunakan saat proses pengeluaran dari kapal.

7) Alat kejut listrik (electric goads) tidak boleh digunakan untuk membongkar dari kapal.

Memuat hewan ternak ke atas truk


1) Periksa bahwa jumlah hewan yang harus diangkut pada kendaraan atau dalam sebuah kontainer, dan alokasi mereka ke kompartemen, telah ditentukan sebelum pemuatan dimulai.

2) Sebelum pemuatan, pastikan bahwa truk sejajar dengan jalan/ ramp dengan tidak ada celah..

3) Pemuatan hanya harus dilakukan oleh personil yang berpengalaman dan terampil.

4) Pindahkan hewan-hewan dalam kelompok-kelompok kecil yang mudah ditangani dari kandang/ramp pembongkaran ke truk.

5) Biarkan hewan untuk pindah ke atas truk dengan kecepatan jalan mereka sendiri, terutama jika lantai truk tidak dibuat dari bahan anti selip.

6) Pastikan bahwa Anda membaca dan memahami SOP 1: ‘Penanganan hewan’ yang meliputi prosedur penanganan yang lebih rinci.

Seekor hewan mungkin akan menurunkan kepalanya untuk mengendus ramp dan berjalan ke truk. Biarkan hewan untuk bergerak leluasa dengan kecepatan berjalannya sendiri.

7) Jangan berdiri di depan hewan atau di hadapan pandangan mereka langsung karena hal ini dapat menghentikan mereka bergerak ke truk. Berdiri pada satu sisi akan mendoronggerakan hewan.

8) Amati setiap hewan ketika berjalan terhadap tanda-tanda kepincangan dan cedera.

9) Periksa bahwa semua hewan sehat untuk diangkut. Hewan ternak yang sakit dan cedera tidak boleh dimuat.

Hewan tidak sehat yang tidak boleh diangkut termasuk mereka yang tidak mampu berdiri pada keempat kakinya dan yang buta pada kedua matanya.

10) Agar penanganan lebih mudah, cobalah untuk menempatkan sekelompok hewan dari kapal atau feedlot secara bersama-sama selama pemuatan dan diatas truk.

Mencampur kelompok yang berbeda bersama-sama dapat menyebabkan ternak bertengkar sehingga mengakibatkan cedera atau kualitas daging yang buruk.

11) Jangan gunakan tongkat, pipa plastik atau logam panjang dan sabuk kulit tebal untuk memukul ternak.

12) Tongkat dapat digunakan sebagai perpanjangan tangan Anda untuk membuat diri Anda tampak lebih besar, misalnya, untuk mengisi ruang di gerbang.

13) Tongkat pengibas/flappers (tongkat dengan strip kanvas) atau lonceng dapat digunakan untuk mendorong gerakan, tetapi tidak untuk memukul hewan.

14) Alat kejut listrik tidak boleh digunakan saat pemuatan.

Sebagian besar cedera dan stres terjadi selama bongkar muat.

15) Periksa bahwa hewan di truk memiliki ruang yang cukup untuk berdiri nyaman.

16) Usahakan sedapat mungkin untuk menempatkan hewan dalam kelompok sosialnya. Hewan bertanduk dan tak bertanduk hanya dicampur jika mereka cocok (misalnya, mereka sebelumnya telah diangkut bersama-sama tanpa ada ada masalah).

17) Jangan membawa hewan bunting untuk disembelih.

18) Tutup bak truk sebelum bergerak menjauh dari ramp untuk meminimalkan kemungkinan hewan melarikan diri.

19) Setelah pemuatan selesai, hewan harus diangkut tanpa penundaan dan tidak ditempatkan pada sebuah truk yang diam.

Membongkar hewan ternak dari truk


1) Hewan harus diturunkan feedlot/rumah potong hewan dalam waktu sejam setelah sampai. Pada rumah potong hewan, hewan harus disembelih dalam urutan kedatangan mereka untuk membuat pergerakan ke lapangan lebih lancar dan membatasi waktu di kandang penampungan.

2) Jika hewan harus diinapkan, periksa persyaratan makanan dan air dalam ‘SOP 4: Lairage/Kandang Penampungan’ (untuk rumah potong hewan) atau ‘SOP 3: Feedlot.

Ketika menyiapkan fasilitas dan peralatan untuk pembongkaran, ingat bahwa hewan cenderung akan lelah.

3) Truk harus dimundurkan perlahan-lahan dan dengan tenang ke ramp pembongkaran.

4) Pastikan bahwa truk lurus dengan ramp sehingga tidak ada celah.

5) Pembongkaran harus dilakukan hanya oleh personel yang berpengalaman dan terampil.

6) Biarkan hewan untuk keluar dari truk dengan kecepatan berjalan mereka sendiri, khususnya jika lantai truk tidak dibuat dari bahan anti selip.

7) Pastikan bahwa Anda membaca dan memahami SOP 1: ‘Penanganan hewan’, yang mencakup prosedur penangan dengan lebih rinci.

8) Jangan berdiri di depan hewan atau di hadapan pandangan mereka langsung karena hal ini dapat menghentikan mereka bergerak keluar dari truk. Berdiri pada satu sisi akan mendorong gerakan hewan.

Seekor hewan mungkin akan menurunkan kepalanya untuk mengendus ramp dan berjalan keluar truk.

Biarkan hewan untuk bergerak leluasa dengan kecepatan berjalannya sendiri.

9) Amati setiap hewan ketika berjalan terhadap tanda-tanda kepincangan dan cedera. Lihat ‘SOP 3: Feedlot’ atau ‘SOP 4: Lairage/Kandang Penampungan’’ untuk penanganan hewan sakit dan cedera.

10) Agar penanganan lebih mudah, usahakan hewan tetap dalam kelompok yang sama ketika memindahkan mereka ke feedlot atau kandang penampungan.

11) Jangan gunakan tongkat, pipa plastik atau logam panjang dan sabuk kulit tebal untuk memukul ternak.

12) Tongkat dapat digunakan sebagai perpanjangan tangan Anda untuk membuat diri Anda tampak lebih besar, misalnya, untuk mengisi ruang di gerbang.

13) Cattle talker dapat digunakan untuk mendorong pergerakan tetapi tidak untuk digunakan memukul hewan.

14) Stokmen tidak seharusnya membawa atau menggunakan alat kejut listrik secara rutin. Alat kejut listrik digunakan hanya jika stokmen dalam keadaan bahaya.

Sebagian besar cedera dan stres terjadi selama bongkar muat.

15) Setelah pembongkaran, pindahkan hewan ke feedlot atau kandang dan fasilitas kandang penampungan menurut persyaratan pelanggan dan instruksi dari supervisor Anda.

16) Pertimbangkan dampak mencampur kelompok-kelompok yang berbeda ketika menempatkan hewan pada kandang.

Mencampur kelompok yang berbeda dapat menyebabkan ternak bertengkar sehingga mengakibatkan cedera atau kualitas daging yang buruk.

17) Pada rumah potong hewan, apabila terdapat gangguan berkepanjangan, hentikan pengiriman untuk memastikan adanya ruang yang cukup bagi hewan di kandang penampungan.

Inspeksi hewan dan penanganan hewan ternak ambruk atau roboh


1) Terdapat persyaratan khusus untuk penanganan, transportasi dan manajemen hewan ambruk atau roboh/downer animals (hewan yang tidak dapat berjalan atau berdiri).

2) Amati hewan dengan cermat saat bongkar muat untuk memeriksa adanya cedera. Hewan yang cedera tidak boleh diangkut; jika ragu atas kesehatan hewan, konsultasikan dengan dokter hewan.

3) Jika hewan terluka selama transportasi dan tidak dapat dibongkar tanpa menyebabkan rasa sakit dan penderitaan lebih lanjut, turunkan ternak tersebut terlebih dahulu dengan setenang mungkin.

Kondisi transportasi, seperti permukaan jalan yang tidak rata, dapat meningkatkan kemungkinan cedera di perjalanan. Periksa cedera khususnya pada kaki dan ekor hewan.

4) Hewan yang cedera parah harus dipotong/disembelih sesegera mungkin. Hal ini harus dilakukan pada truk jika aman untuk melakukannya.

Hewan ambruk atau roboh/downer yang besar susah untuk dipindahkan tanpa menyebabkan penderitaan tambahan. Oleh karena itu lebih baik untuk memotong/menyembelih mereka ketika mereka terbaring.

Cedera dan kondisi mensyaratkan hewan segera dipotong/ disembelih meliputi:
  • • patah kaki, pinggul atau tulang belakang
  • • kurus dan lemah
  • • lumpuh dari cedera traumatis atau penyakit yang menyebabkan hewan tidak dapat bergerak
  • • kebutaan
5) Sembelih hewan ternak ambruk atau roboh dengan memotong dengan pisau tajam atau dengan menggunakan captive bolt pistol. Ikuti instruksi kerja yang tepat. Minta bantuan dokter hewan atau orang yang kompeten.

6) Hewan hidup tidak boleh diangkat tanduk, kaki atau ekornya, dan tidak boleh diseret. Jangan mengikat hewan cedera ke sebuah titik pancangan dan kemudian mengemudikan truk meninggalkan hewan tersebut.

7) Jika memindahkan hewan yang sakit atau cedera tidak menyebabkan rasa sakit atau penderitaan lebih lanjut, pindahkan ke kandang terpisah sesegera mungkin untuk dipotong atau diobati. Lihat SOP: 4 ‘Feedlot’ untuk pengobatan hewan ternak sakit dan cedera.

Menangani hewan kabur


1) Bekerja dalam tim untuk memindahkan hewan kembali ke kandang, tapi jangan ada orang yang tidak berkepentingan hadir disana.

2) Jangan mencoba untuk mengisolasi hewan yang kabur, cobalah untuk menggiringnya kembali ke kelompoknya.

3) Jangan membuat pergerakan tiba-tiba atau suara keras.

4) Jangan menempatkan diri Anda sendiri di belakang gerbang karena dapat dengan mudah ditubruk oleh hewan yang ketakutan.

Berhati-hatilah terhadap hewan yang jarang kontak dengan manusia. Banyak ternak yang dibawa dari Australia telah dibesarkan pada lahan properti yang luas dan mungkin tidak terbiasa ditangani manusia.

5) Cobalah untuk mengembalikan secara manusiawi hewan yang kabur dengan segera ke lapangan.

6) Jika hanya ada satu hewan yang kabur, biarkan dia tenang dahulu sebelum dikembalikan ke lapangan.

7) Jika hewan terlalu bersemangat atau tidak dapat diatur, mungkin lebih baik untuk membuka kandang hewan dan biarkan hewan kembali ke kelompoknya sebelum kembali ke kandang.

8) Jika memungkinkan, kunci pintu gerbang untuk mencegah hewan keluar dari tempatnya.

Terimakasih telah membaca Standar Operasional Prosedur Transportasi Ternak

Demikian artikel Standar Operasional Prosedur Transportasi Ternak ini, semoga bisa memberi manfaat dan tambahan informasi untuk anda semua. Jika ada pertanyaan silahkankan berikan komentar dibawah, sampai jumpa di artikel-artikel kami yang lain. Salam Sukses !

Artikel yang anda baca adalah Standar Operasional Prosedur Transportasi Ternak dengan alamat link https://www.indoternak.com/2017/07/standar-operasional-transportasi-ternak.html

Post a comment for "Standar Operasional Prosedur Transportasi Ternak "

Subscribe Kami