Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rangkuman seputar Forages hijauan pakan Silage dan Hay

Rangkuman seputar Forages hijauan pakan Silage dan Hay - Hallo sahabat Indoternak !! Sesuai judulnya, Artikel yang anda baca ini "Rangkuman seputar Forages hijauan pakan Silage dan Hay ", telah kami siapkan dengan baik untuk anda baca dan untuk anda ambil informasi didalamnya. Mudah-mudahan artikel lainnya pada kategori Artikel Rangkuman, juga bisa anda baca dan dapat anda pahami.

Judul : Rangkuman seputar Forages hijauan pakan Silage dan Hay
Link : Rangkuman seputar Forages hijauan pakan Silage dan Hay

Ini Juga Bisa Anda Baca


Rangkuman seputar Forages hijauan pakan Silage dan Hay

forages_adalah_hijauan_pakan

Diantara beberapa tujuan teknologi pakan yang paling mendukung penyediaan pakan yang berkelanjutan di daerah tropik ada beberapa yaitu jerami amoniasi, jerami fermentasi, fermented complete feed, silase. Jika dilakukan kirim ternak antar pulau teknologi pakan yang paling cocok adalah fermented complete feed (FCF), kenapa ? karena fermented complete feed ini adalah yang paling komplek nutriennya sebagai sumber energi ternak dan juga sangat fleksibel dalam pemberiannya jadi sangatlah praktis dan efisien.

Kadar air yang ideal untuk membuat silase adalah sekitar 65% - 75%. Kadar air yang tinggi pada tanaman yang digunakan untuk silase akan menurunkan kualitas silase tersebut, karena kadar air tinggi akan memicu pertumbuhan jamur dan asam butirat. Kadar air yang tinggi akan mengakibatkan aktifnya bakteri Clostridium sp, yang mana bakteri ini akan mengubah asam laktat menjadi asam butirat, CO2 dan panas. Asam butirat akan menurunkan kualitas silase karena menyebabkan pembusukan.

Cara mengatasi untuk menghasilkan silase berkualitas baik adalah :
-kadar air hijauan awal sekitar 65%.
-CHO non struktural tinggi
-bakteri pembentuk asam laktat (lactobasilus) harus dominan.
-lakukan pemotongan hijauan tepat waktu (menjelang berbunga)
-pemasukan ke dalam silo dilakukan dengan cepat
-pemotongan hijauan dengan ukuran yang memungkinkannya untuk dimampatkan
-penutupan silo secara rapat (tercapainya kondisi anaerob secepatnya) dan tidak sering dibuka

Penentuan kualitas silase :
-Silase yang baik beraroma dan berasa asam, tidak berbau busuk.
-Silase hijauan yang baik berwarna hijau kekuning-kuningan.
-Apabila dipegang terasa lembut dan empuk tetapi tidak basah (berlendir) .
-Silase yang baik juga tidak menggumpal dan tidak berjamur.
-Bila dilakukan analisa lebih lanjut, kadar keasamanya (pH) 3,2-4,5.
-Apabila terlihat adanya jamur, warna kehitaman, berair dan aroma tidak sedap berarti silase berkualitas rendah.

Silase aditif adalah tambahan bahan dalam mengawetkan pakan ternak untuk membantu atau memperlancar Ensilage. Penambahan silase aditif diperlukan khususnya jika hijauan yang diproses berkualitas rendah yang ditandai dengan kandungan karbohidrat mudah larut atau karbohidrat non-strukturalnya rendah.

Bebarapa bahan silase aditif adalah :
1. Silase aditif yang memperlancar fermentasi : bakteri laktobasilus, enzym sellulase, tetes tebu, tepung tapioka dan tepung bijian.
2. Silase aditif yang memperbaiki nilai bahan pakan : bebijian, tetes, CaCo3, Urea. CaCo3 dan Urea fungsinya adalah memperpanjang masa fermentasi karena asam yang terbentuk dinetralisir sehingga pH tidak cepat turun.

Rangkuman seputar Forages hijauan pakan Silage dan Hay

Keuntungan Pembuatan Silase adalah sebagai berikut :
• Bila Ensilage berhasil, akan dihasilkan bahan pakan berkualitas tinggi yang masih banyak mengandung air (succulent).
• Dapat disimpan lama selama masih dalam silo.
• Menghasilkan hijauan persatuan luas yang lebih banyak.
• Proses penyimpanan dan pemberian pakan dapat diberikan secara mekanis.
• Pembuatan silase tidak tergantung pada cuaca.
• Tidak mengandung parasit, karena pH rendah.
• Sedikit terjadi kehilangan nutrien, misalnya karena rontoknya daun dan kerusakan akibat sinar matahari (misalnya kerusakan karoten).

Sedangkan kerugian pembuatan Silase adalah :
• Memerlukan tempat khusus (silo)
• Perlu tenaga banyak.
• Perlu peralatan yang banyak
• Ada kemungkinan gagal, sehingga tidak dapat diberikan pada ternak
• Bila silase diambil dari silo harus segera diberikan pada ternak, karena mudah rusak.
• Biasanya ternak tidak langsung mau memakan pakan hasil ensilage karena bau dan rasa yang berbeda dengan pakan hijauan segar.
• Sifat asam pada silase dapat merusak mekanisme sistem rumen pencernaan, karena sellulosa optimal pada pH 6,0 padahal pakan silase mempunyai pH rendah dibawah 6,0.
• Untuk ternak non ruminansia tidak dianjurkan memakan pakan silase

Terimakasih telah membaca Rangkuman seputar Forages hijauan pakan Silage dan Hay

Demikian artikel Rangkuman seputar Forages hijauan pakan Silage dan Hay ini, semoga bisa memberi manfaat dan tambahan informasi untuk anda semua. Jika ada pertanyaan silahkankan berikan komentar dibawah, sampai jumpa di artikel-artikel kami yang lain. Salam Sukses !

Artikel yang anda baca adalah Rangkuman seputar Forages hijauan pakan Silage dan Hay dengan alamat link https://www.indoternak.com/2017/10/seputar-forages-hijauan-pakan-silase-hay.html

Post a comment for "Rangkuman seputar Forages hijauan pakan Silage dan Hay "